By Yuyun Sudjadi
Banyak orang yang mengagumkan di dunia ini, tapi hanya sedikit yang mampu meninggalkan kesan mendalam. Bapa (alm. Soedjadi Sastrosoegito) dan Oom Beni Wahju adalah yang sedikit diantaranya. Setidaknya untuk saya pribadi, mereka adalah orang-orang terbaik.
Oom Beni, juga Tante Soffie adalah sosok yang sudah sangat saya kenal sejak kecil. Mereka tidak pernah menjadi orang asing bagi saya. Reza, anak tertua Oom Beni adalah sahabat saya, teman kecil yang tumbuh bersama di kota kecil di Sulawesi (Malili dan Soroako). Emir dan Kemal meskipun lebih junior tapi selalu menjadi bagian dari cerita itu. Ikatan yang walau tidak terlihat, tapi cukup kuat untuk bisa disebut sebagai keluarga. Ikatan yang terjalin karena kebersamaan keluarga kami di awal masa eksplorasi PT INCO (Bapa dan Oom Beni adalah bagian dari pioneer PT INCO di Indonesia). Masa-masa yang sulit sekaligus terindah. Meskipun ada periode dimana kami jarang berhubungan, tapi hubungan itu tidak pernah benar-benar putus. Justru semakin kuat ketika kami bertemu kembali.
Om Beni di mata saya adalah sosok yang punya kharisma, berwibawa sekaligus membumi. Juga seorang bapak yang dicintai. Pasti tidak salah, apalagi setelah membaca tulisan sahabat saya Reza di buku Yassin peringatan 40 hari wafatnya beliau. Dari situ saya semakin tahu betapa istimewanya Oom Beni di mata anak-anak, istri serta keluarganya. Oom Beni adalah salah satu figur positif yang muncul ketika saya tumbuh dewasa. Sangat sedikit orang yang bisa menyentuh kehidupan kita dengan cara yang istimewa, dan Oom Beni adalah salah satunya. Saya yakin, beliau juga telah banyak menyentuh kehidupan orang-orang yang pernah mengenalnya.
Mungkin ini takdir atau sekedar kebetulan (tapi saya yakin semua ada alasannya), bahwa saya selalu berada di sisi orang-orang yang saya anggap istimewa, di saat-saat terakhir hidup mereka. Ini memberikan kepedihan sekaligus kekuatan bagi saya. Kepedihan karena kehilangan, tapi juga kekuatan karena apa yang mereka tinggalkan adalah tak ternilai. Pelajaran hidup, nama harum, kebaikan serta pengakuan dari orang lain. Warisan tak ternilai yang diwariskan kepada anak-anaknya.
Malam itu saat Emir menelpon untuk mengabarkan, “Yun, Bapak sakit keras..”.. perasaan saya tiba-tiba kosong dan saya seolah tahu akan mengalami kehilangan lagi. Perasaan yang sama seperti ketika saya akan kehilangan bapa tercinta. Meskipun begitu saya tetap berdoa memohon agar Oom Beni diberikan kekuatan dan kesembuhan. Tetapi Allah berkehendak lain.
Oom Beni, sedih sekali menyadari bahwa Yuyun tidak dapat lagi melihat sosok Oom Beni, mendengar suara kebapakan Oom Beni serta membaca komentar-komentar bijak dan menyejukkan dari Oom Beni di email maupun Facebook. Tetapi sekaligus terselip keharuan dan kelegaan karena Yuyun tahu ada tempat yang lebih baik dan indah untuk Oom Beni di sana. Yuyun sudah belajar melalui banyak kehilangan, untuk bisa mengikhlaskan dengan tulus. Hanya dengan itu dan keyakinan bahwa mereka pergi ke tempat yang lebih baik, seseorang bisa melanjutkan hidup di atas kehilangannya. Dan Yuyun berharap Tante Soffie, Reza, Emir dan Kemal (juga Yeye, Dina dan cucu2 Oom Beni tercinta) serta keluarga besar Oom Beni bisa melalui dan merasakan hal yang sama.
“Bagian dari mencintai adalah melepasnya pergi suatu saat….dan meyakini bahwa ia tetap ada bersama kita, meskipun kita tidak bisa melihatnya lagi….”
Selamat beristirahat Oom Beni, di tempat yang terindah di sisi Allah. Oom Beni akan selalu ada dalam kenangan kita semua. Terima kasih untuk semua tauladan dan nilai-nilai kehidupan yang Oom Beni tanamkan.
Kita akan selalu menjadi keluarga selamanya.
Love,
YUYUN SOEDJADI

Sangat menyentuh tulisan Yuyun Sujadi ini, dan dia adalah orang yang kebetulan dipilih untuk berada disamping Oom Beni pada saat terakhir beliau meninggalkan dunia fana, menemani Emir dan Tante Soffie juga Najma (Bebe) cucu kesayangannya, beserta Ibu Sujadi dan juga saya Kakaknya, dimana kami semua handai taulan sahabat Almarhum berkumpul untuk memberi kekuatan dan support kepada sahabat kami Emir Wahju dan sahabat ibu kami Tante Soffie.
Indahnya sebuah persahabatan yang tulus antara Almarhum Bp. Sujadi dan Almarhum Bp. Beni Wahju sehingga sudah seperti satu keluarga besar.
Sincerely
Granitawati Jaka Santi
Dear Nita & Yuyun,
Thank you very much tor your kind words, you have really touch my heart so deeply, my deep gratitude to you both ,we have shared the same value in life, could it be because both your father and oom Beni were geologist?
Dear Tante Soffie,
Betul Tante, dan kita anak2nya selalu kagum sama Geologist2 dan bagaimana beliau membuka proyek2 tambang yang ada di Indonesia 🙂
We always admire Tante Soffie and Oom Beni as our Role Model.
Sincerely
Granitawati Jaka Santi (Nita Sujadi)