Jakarta, 1 January 2012, Alhamdulillaah, selalu saya panjatkan di setiap pergantian tahun karena kedua orang tua, masih lengkap dan terutama Bapa, walau kondisinya tidak seperti dulu lagi namun tetap semangat. Ini yang kami banggakan dari beliau. Pernah terdengar ketika ditanya oleh salah seorang saudara, “Kang Ben mau kemana tahun 2012 ini?” yang dijawab oleh Bapa, “Kang Ben mah mau masuk Surga saja” ….aahh…kata-kata yang bermakna yang mungkin menjadi firasat rahasia Allah SWT.
Balikpapan, 20 Januari 2012, ulang tahun-ku ke 42. Seperti biasa Bapa pagi-pagi menyempatkan menulis di wall facebook-nya dan siangnya bersama Mamah menelpon mengucapkan selamat ulang tahun, saya seperti biasa mengatakan kepada Bapa “Bapa juga jaga kesehatan ya….”, Bapa seperti biasa menyetujui perkataanku. Malam pada saat kami berkumpul, saya berkata kepada kedua anak-anak yang besar, Najma dan Maia “Kaka/Teteh mau ulang tahun di Jakarta?, tapi naik pesawatnya berdua ya” dijawab “Iya Kaka mau, berani kok Pap (naik pesawat berdua saja)……asyik nanti ulang tahun (14 Februari) dengan Abah Buyang”. Tepat sebelum kami bersiap tidur dan menelpon orang tua di Jakarta (Najma dan Maia yang semangat menelpon Abah Buyangnya), kami menerima berita (melalui BBM) dari Bi Bebet, yang mengatakan Bapa dalam kondisi kritis di RSPI. Astaghfirullaah…….
21 Januari 2012 pagi hari, ditemani oleh Najma, anak sulung, saya berangkat ke Jakarta menaiki Garuda, penerbangan pertama. Tiba di RSPI sekitar 09.30 pagi. Handai tolan sudah berkumpul memberikan support kepada Mamah. Pada saat kami tiba, seolah ada harapan, namun, Allah SWT berkehendak lain. Saya bersyukur dapat menemui beliau sebelum Bapa wafat dan, Insya Allah, Bapa tahu akan kehadiran saya dan Najma, cucu kesayangannya. Saya juga bersyukur dapat turut memandikan, men-shalat-kan Bapa dan melafalkan Azan di liang lahat-nya.
Bapa memenuhi janji-nya kepada Ama (Kakek dari Mamah) untuk menjaga Mamah seumur hidup-nya. Kini giliran kami anak-anak dan cucu Bapa untuk menjaga Mamah/Buyang. Walau kami tiga bersaudara (Reza, Emir, Kemal) terpisah oleh jarak dan waktu, Insya Allah kepergian Bapa ke Rahmatullah tidak akan mengurangi ikatan persaudaran kami. Janji dari Allah bahwa akan putus amal ibadah seseorang apabila telah wafat kecuali tiga hal, Amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anaknya yang shaleh. Insya Allah saya dapat masuk dalam golongan anak shaleh yang dapat terus menerus mengirim doa kepada Bapa di alam barzah.
Sono,
Emir, Dina, dan Laetitia Wahju
Hallo Emir,
Saya turut Berduka cita yg sedalam-dalamnya meskipun terlambat. Saya Heri (Christianus) teman satu angkatan SMP YPS soroako..yang waktu mau perpisahan kita begadang di tempatmu sampai pagi.
e-mailku: Christianus.Hs@infineon.com