Sahabat di SMA B Bogor


By Suryatin Sastroamijoyo

Sosok Benny Wahyu sebagai teman memberikan kenangan tersendiri bagi saya, walaupun masa kebersamaan dengan beliau singkat saja. Tetapi hubungan pertemanan kami terasa sangat mendalam, hal ini disebabkan karena Almarhum pernah menyelamatkan saya pada suatu peristiwa kecelakaan lalu lintas yang saya alami disaat kami sama-sama duduk dibangku SMA di Bogor.

Saya mengenal Almarhum Benny disaat saya kembali bersekolah di kota Bogor, tepatnya di SMA B Bogor, setelah selepas lulus SD, saya berpindah-pindah tempat tinggal di kota–kota lain, pada masa jaman pendudukan Belanda pada waktu itu hal tersebut lumrah bagi  pribumi tinggal berpindah-pindah tempat, yaitu pada masa-masa SMP dan SMA sampai dengan kelas 2 SMA.

Saat kelas 3 SMA kami sekeluarga kembali menetap di Bogor dan hanya 1 tahun itulah dikelas 3 SMA saya berkawan erat dengan Almarhum. Almarhum Benny yang saya kenal  mempunyai kepribadian yang kuat, sifatnya ramah, tidak sombong dan suka menolong teman, hal tersebutlah yang membuat saya cocok bergaul akrab dengan beliau. Hampir setiap hari kami bersama-sama pulang sekolah dan bersama juga menghabiskan waktu luang kami.

Suatu malam setelah lelah keluyuran menyusuri kota Bogor, kami bersepeda bersama pulang kerumah, dalam perjalanan pulang dimalam itu (kira-kira jam 9 malam) kami rasakan jalanan kota Bogor sudah senyap, kami menaiki sepeda kami di jalan yang menurun yaitu Jl. Kedung Halang, tibalah dipertigaan, saya ambil jalan yang sebelah kiri kearah Jl. Sempur (arah rumah saya), sedangkan Almarhum Benny mengambil jalan lurus menuju rumahnya. Dijalan yang saya tempuh jalanan menurun terus sehingga laju sepeda saya sangat kencang, berlawananan arah ada seseorang menuntun sepedanya berjalan kearah saya, karena itu situasi gelap, saya tidak dapat melihat dengan jelas adanya orang tersebut sehingga benturan tidak dapat dihindari, terasa sangat kencang benturan tersebut karena mengenai kepala saya dan kepala orang tersebut yang akhirnya kepala kami membentur aspal jalan. Pada saat itu saya otomatis teriak Benny……, untung Benny mendengarnya dan bergegas menghampiri kami. Melihat keadaan kami yang berlumuran darah di kepala, dia langsung meluncur kerumah saya untuk minta bantuan dan kembali lagi bersama mobil dan kakak saya. Segera saya dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Bogor. Dan langsung muntah darah 2 kali, selanjutnya dirawat selama 3 bulan karena cidera gegar otak berat.

Hal tersebut merupakan peristiwa yang tidak saya lupakan, berkat jasa Almarhum Benny saya mendapatkan pertolongan dengan cepat. Almarhum Benny Wahyu mungkin tidak mengingat peristiwa itu lagi, tetapi peristiwa penyelamatan tersebut tetap saya kenang, apalagi tabrakan tersebut membekas pada wajah saya yaitu tulang pipi kiri yang menonjol.

Dengan kenangan tersebut, saya merasa kehilangan atas meninggalnya beliau, semoga Almarhum mendapat tempat yang baik dan segala amal ibadahnya diterimaNya.

Amin Ya Rabbal Alamin.

Leave a comment