By Hana Meilina Soetojo
Mengenal Kang Ben tidak banyak berbeda dengan kita mengenal Teh Soffie, isteri tercintanya. Orang bilang mengenal keduanya sama seperti 11-12 atau soulmate bahasa gaulnya, begitu istilah populernya untuk pasangan mereka karena sudah “nurubcupu” kalau orang Sunda bilang mah.
Saya akrab dengan Kang Ben melalui Teh Soffie. Saya dipertemukan dengan Teh Soffie waktu kami melaksanakan ibadah umrah Th 1997. Demikian terasa dekat saya dengannya. Enak untuk berbincang-bincang, penuh keakraban, murah senyum, serasa kami sudah mengenal lama. Padahal kami sebelumnya belum pernah berjumpa. Bertiga bersama Teh Itje, saudaranya, kami selalu bersama-sama selama ibadah tersebut. Sungguh ibadah yang penuh berkah karena saya sebagai kakak tertua dalam keluarga mendapatkan seorang kakak yang sering saya lamunkan. Alhamdulillah.
Di tahun 2001, saya dan Teh Soffie bersama-sama pergi ke Canada menengok anak-anak kami yang sedang bersekolah di sana. Anakku, Dian mendapatkan fellowship bersekolah di Canada atas rekomendasi dari Kang Benny. Begitulah hubungan kami terus berlanjut jadi hubungan kekeluargaan. Teteh sekeluarga mengenal keluarga kami, begitu pula sebaliknya. Selama kami di Canada, saya memperhatikan betapa Kang Benny demikian besar perhatiannya terhadap Teh Soffie. Tiap hari tidak pernah absen Kang Benny telpon Teteh meskipun hanya ingin menanyakan bagaimana keadaannya sehat saja? Apakah everything is going allright, semua berjalan dengan baik? Kami di Canada tinggal di rumah teman-temannya Kang Ben. Teman semasa sekolah di Geologi ITB maupun semasa kerjanya di Sorowako Sulawesi. Teman-temannya menyambut gembira kedatangan Teteh meskipun tanpa Kang Benny. Demikian baik dan mesranya hubungan kekeluargaan mereka berdua. Hubungan silaturahmi yang terpelihara dan terjaga dengan baik.
Demikian pun saya, sampai saat ini pun tetap merasa mempunyai kakak tercinta. Kakak tempat saya berbicara dari hati ke hati dan merasakan kehangatan dari hubungan kekeluargaan yang terus berlanjut hingga sekarang. Kang Benny juga yang menjadi saksi pada pernikahan puteriku, Dian.
Selamat jalan Kang Ben, kami yakin dengan kebaikan amal budi Kang Benny kepada kami sekeluarga, pasti Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang akan menempatkan Kang Benny almarhum pada tempat yang mulia di sisi-Nya.
Amin ya Allah ya Rabbal Alamin.
Jakarta, 12 April 2012