Paman yang baik


By : Nia S Amdijoyo

Tidak terasa sudah 100 hari Mang Ben meninggalkan kita semua, waktu cepat berlalu.

Mang Ben salah seorang idola saya, dia seorang paman yang baik, perhatian, suka menolong, dan suka berbagi.

Ada beberapa hal-hal yang dilakukan beliau dan juga Tante Soffie untuk saya yang sampai  saat ini tidak akan saya lupakan, misalnya pada saat hari pernikahan saya yang pada waktu itu jatuh di tanggal 1 Januari, beliau berdua mengusahakan untuk mendatangkan seperangkat kursi pengantin dari Bandung (pada saat itu tentu tidak semudah saat ini dimana peralatan pengantin bisa disewa di banyak tempat), bayangkan betapa repotnya!!

Sewaktu saya tinggal di Den Haag Mang Ben juga sempat mengunjungi apartemen kecil saya, lalu kita makan  dan nonton bersama, menyenangkan sekali, beliau itu figure yang mudah masuk kedalam segala golongan.

Pada waktu  suami saya meninggal Mang Ben juga berpesan “kalau kamu dan anak2 ada kesulitan jangan ragu2 datang ke mang Ben”.

Perhatian beliau kepada orangtua saya juga sangat luar biasa, pada saat beliau mengetahui bahwa Ayah saya sering kesulitan tidur malam, maka dikirimnya CD film-film supaya bisa menghibur diwaktu sulit tidur, dan tentunya masih banyak lagi yang lain-lain yang tidak dapat saya ceritakan semua karena akan memakan tempat berlembar-lembar.

Inti dari semuanya He is a very kind man, Mang Ben you are always be remembered, our pray is always for you, everyday.

Leave a comment