By Tina dan Irawan Poerwo
Kami lebih mengenalnya dengan nama “Kang Ben” yang mana sebenarnya kami lebih mengenal dekat beliau karena kami telah lebih dulu mengenali “Teh Soffie”, yang kebetulan bertetangga dengan rumah orang tua Tina di Bandung.
Ketika kami pindah ke Sorowako untuk mulai bekerja di PT Inco pada tahun 1978, kami tidak pernah melupakan hari pertama kami memasuki rumah, pada sore harinya kang Ben dan teh Soffie adalah tamu yang pertama menengok kami yang sedang membongkar kotak-kotak pindahan.
Tidak pernah kami lupakan bahwa beliau adalah sosok yang memberikan semangat kepada kami pada hari pertama di Sorowako agar menatap hari depan dengan optimis, karena masa depan terletak pada peralihan generasi untuk melanjutkan generasinya sendiri. Saat itu, Kang Ben pula yang pertama kali mendorong isteri saya Tina, agar berkarya dalam bidang pendidikan membantu sekolah perusahaan mendidik putera puteri karyawan di sekolah Sorowako, yang mana berlanjut ketika kami pindah ke lingkungan lain di Sangatta.
Itulah kesan pertama kami bahwa Kang Ben adalah sosok yang memperhatikan generasi yang lebih muda dengan penuh perhatian.
Pada waktu saya mendapat kesempatan job training Inco sebagai Jr. Engineer di Canada pada tahun 1981 selama 4 bulan di Canada dengan beberapa rekan yang lain, kang Ben sendiri telah berada disana selama satu tahun, sehingga perhatian beliau pada pelatihan generasi muda menjadi lebih terasa lagi. Tidak jarang beliau sendiri yang memperkenalkan para trainee ini kepada para petinggi Inco saat itu dengan tidak mengenal batas batas hirarchie untuk memajukan wakil generasi muda tersebut.
Selain sangat memperhatikan perkembangan generasi muda, beliau sendiri tidak pernah canggung untuk menanyakan apa yang kurang diketahuinya agar dapat lebih memahami sesuatu secara professional.
Setelah saya meninggalkan Sorowako tahun 1989, untuk menekuni bidang pertambangan Batubara, hubungan kami tetap berlanjut secara professional melalui pertemuan pertemuan baik di IMA maupun PERHAPI. Beberapa kali beliau pernah menelepon saya untuk berdiskusi tanpa canggung tentang bidang Batubara yang beliau sendiri kurang mengenal dekat karena selama hayatnya kita ketahui beliau lebih menekuni base metal exploration.
Sebagai generasi yang lebih muda, kami telah kehilangan sosok yang dihormati baik sebagai tokoh intelektual professional maupun figure orang tua yang sabar dan penuh perhatian yang selalu ingin memajukan generasi penerusnya.
Semoga amal baik kang Ben akan selalu mendapat ridho Allah SWT dan mendapat balasan yang setimpal untuk keselamatannya dihari akhirat nanti. Amin.
Kami yang pernah merasakan perhatian Kang Ben semasa hidupnya, Iwan dan Tina
