Cerbon dan Cerme Tidak Berasal Dari Cirebon dan Ciremai


By A M Luthfi

Saya terkenang dengan pembicaraan terakhir dengan Almarhum Sang Akuwu Paguyuban Mitra Caruban, Beni Wahju, pada pertemuan Cerbonan yang diselenggarakan ditempat kami.

Bahan pembicaraan adalah membahas kekeliruan pendapat umum yang menganggap bahwa Cirebon adalah berasal dari cai rebon yang berarti air udang (bahan terasi), seperti halnya Ciamis berasal dari cai amis (air manis). Demikian juga dengan Cibatu, Cikarang dan ci-ci lainnya yang berasal dari kata cai, yang berarti air.

Orang Arab menyebut daerah ini dengan Syarboun (lihat peta-peta abad XVII -XVIII), orang Belanda menyebutnya dengan Cheribon, lagi pula terdapat tokoh-tokoh kesultanan yang bernama Adipati Carbon.

Kalau dikaitkan dengan Caruban, seperti halnya Caruban di Jawa Timur yang berarti campuran, itu masuk akal, karena tempat ini adalah daerah pertemuan antara dua suku, Jawa dari Timur dan Sunda dari Barat. Harap diingat, Cerbon itu bukanlah suku Jawa dan bukan pula suku Sunda. Tapi kalau Cerbon dianggap berasal dari cairebon (air udang) rasanya jauh panggang dari api.

Demikian pula penyebutan gunumg Ciremai, lebih tepat disebut gunung Cereme atau Cerme (nama buah).

Sang Akuwu hanya tersenyum dengan senyumnya yang khas, tapi dia bilang dia punya data-data untuk menunjang teori ini,bahkan saya kemukakan lebih tepat kalau Cirebon ini dirubah jadi Cerebon atau Cerbon, dan Gunung Ciremai diubah menjadi Cereme atau Cerme. Saya rasa dia tidak menentang teori saya, dan saya masih menunggu data-data yang dia janjikan, dan saya merasa kewajiban saya untuk meneruskan kerja ini, walaupun almarhum telah mendahului kita, menghadap Allah Azza wa Jalla.

Ya Allah terimalah amal kebajikan sahabat kami ini,tempatkan dia di tempat yang baik, ampunilah dosanya dan kepada keluarga yang ditinggalkan berilah kesabaran dan ketawakalan.

Aamiin ya Robbal Alamiin

Jakarta, 11 Mei 2012

Leave a comment