Ingarso Suntulodo, Ingmadyo Mangun Karso, Tut wurihandayani


By Wikarno

Saya mulai mengenal beliau sewaktu kami masih kuliah di Jurusan Geologi Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) Universitas Indonesia Bandung (sebelum menjadi Institut Teknologi Bandung). Beliau adalah senior kami, karena beliau satu tahun lebih dulu menjadi mahasiswa Geologi yaitu angkatan 1955 sedangkan saya angkatan 1956.

Selama  masa perkuliahan, kami tidak terlalu sering berhubungan, karena kesibukan masing–masing karena kalau tidak salah beliau adalah asisten salah seorang dosen yaitu Drs. J.A. Katili yang saat itu sedang menyusun tesis doktornya yang membahas “Granit Lasi” di Sumatra Barat”. Komunikasi kami sesekali terjadi saat menunggu jam – jam kuliah, baik yang terjadi di ruang perpustakaan atau di lobi yang ada di bagian tengah gedung Geologi dan Tambang yang barada di bagian belakang komplek ITB. Jurusan Geologi menempati sebagian lantai 1, lantai 2 dan lantai 3. Karena jumlah mahasiswa geologi tiap angkatan waktu itu dapat dihitung dengan jari, kalau kami berkumpul tidak terlalu membuat keributan yang berarti. Ketua Jurusan Geologi saat itu dijabat oleh seorang Profesor berkebangsaan Belanda yaitu Prof. Dr. T.H.F Klompe yang terkenal sangat berdisiplin, disegani dan dihormati oleh para mahasiswa. Untuk mengingatkan mahasiswa beliau cukup berteriak dengan keras Sabriii……!!  (Kepala Tata Usaha Jurusan Geologi), dengan teriakan beliau sudah cukup untuk menghalau kumpulan mahasiswa yang sedang mengobrol atau kalau kebetulan beliau keluar kamar saat kembali masuk ke kamarnya cukup dengan menutup daun pintu dikeraskan.

Saya tidak ingat pasti kapan Beni (panggilan akrab almarhum B.N. Wahju) menjalani ujian akhirnya, apakah tahun 1959 atau 1960, karena setiap mahasiswa Geologi Tahun ke 3 yang telah memenuhi syarat akan melakukan pemetaan kandidat (sarjana mudanya) selama 2 bulan di lapangan dan tahun ke 4 dan 5 melakukan pemetaan Doktoral selama 3 bulan atau lebih.

Setelah lulus kesarjanaanya almarhum langsung bekerja di Jawatan Geologi yang berlokasi di Jalan Diponegoro No. 57 Bandung. Almarhum ditugaskan untuk membangun dan mengembangkan Urusan Petrologi Dan Mineralogi yang dibentuk dalam reorganisasi Jawatan Geologi oleh Kepala Jawatan, saat itu Drs Sutarjo Sigit 1959 yang berada di bawah Bagian Geologi Umum bersama–sama Urusan-Urusan Lainya : Urusan Paleontologi, Urusan Foto Geologi, Urusan Vulkanologi, Urusan Perpetaan Geologi dan Urusan Museum Geologi. Untuk merekrut staf tekniknya Jawatan Geologi menarik mahasiswa Geologi yang berikatan dinas Pemerintah (Cq Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan) menjadi staf Geologi. Dari angkatan 1956 ada lima orang yang direkrut tiga diantaranya yaitu : Sdr. Subroto Modjo, Sdr. Suharto Wongsosentono (alm) dan penulis (Wikarno) dan ditempatkan di Urusan Petrologi dan Mineralogi, sedang Sdr. Harjono (alm) di tempatkan di Bagian Geologi Ekonomi dan Sdr. Liek Pardyanto (alm) di Urusan Vulkanologi. Dalam perekrutan ini saya percaya almarhum terlibat di dalamnya.

Selama karirnya sebagai PNS almarhum pernah memegang 2 jabatan : Kepala Urusan Petrologi dan Mineralogi dan Kepala Sub-Direktorat Laboratorium dan Dokumentasi. Sebagai PNS almarhum pernah ditugas belajarkan ke Amerika Serikat dan terlibat dalam memimpin beberapa proyek atas permintaan instansi – organisasi lain antara lain : Proyek Batu Hijau di Sukabumi, Proyek Asbes Halmahera, Proyek Semen Cibadak, dan Proyek Nikel laterit di Sulawesi Selatan yang dilakukan bersama – sama dengan staf Nikel Company Canada. Peran yang sangat menonjol juga terjadi saat terlibat dalam reorganisasi Jawatan Geologi menjadi Direktorat Geologi (masih dalam masa Orde Lama) yang terimbas situasi politik saat itu (Zaman 100 menteri) dalam reorganisasi tersebut Jawatan Geologi berubah menjadi Direktorat Geologi yang membawahi Sub-Direktorat–Sub-Direktorat yang sebelumnya disebut Bagian–Bagian dan almarhum B.N Wahju diangkat menjadi Kepala Sub-Direktorat Laboratoriun Dan Dokumentasi. Jabatan Kasubdit Labdok ini tidak terlalu lama dijabatnya, mungkin hanya kurang dari 2 tahun. Jabatan Kasubdit Labdok kemudian dijabat oleh Drs. E.J Patty (alm).

Saat peristiwa G30 S PKI almarhum aktif sebagai salah seorang tokoh yang membina rasa nasionalisme para pegawai di lingkungan Direktorat Geologi yaitu sebagai Fungsionalis Kesatuan Buruh Marhaen (KBM) yang berafiliasi dengan Partai Nasionalis Indonesia. Bekerjasama dengan organisasi buruh lainya diantaranya Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), KBM melakukan skrining pegawai Direktorat geologi untuk mengklasifikasikan para pegawai apakah mereka terlibat langsung atau aktif dalam kegiatan Serikat Buruh Tambang indonesia (SBTI) yang merupakan bagian dari Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tahun 1968 almarhum keluar dari Direktorat Geologi dan menjadi pegawai PT. INCO Indonesia yang diikuti oleh Sdr. Sujadi (alm), Sdr Handoko (alm), Sdr. Agus Suparman dan Sdr. Jalil Nasution. Dalam perkembangan eksplorasi dan pengembang eksploitasi nikel laterit di Sulawesi Selatan dan Tenggara peran almarhum tidak akan terbantahkan karena almarhum adalah Geologiwan Indonesia pertama yang terlibat sejak awal kegiatannya dan beliau menjabat sebagai Kepala Divisi Eksplorasi. Untuk mendukung kegiatan eksplorasi PT. INCO sebagian besar geologiwan yang terlibat adalah dari Dit. Geologi darimana almarhum juga berasal termasuk penulis juga pernah terlibat dalam kegiatan ekplorasi nikel di beberapa lokasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara selama hampir 1 tahun.

Gaya kepemimpinan almarhum menganut Filosofi Jawa yaitu “ Ingarso Suntulodo, Ingmadyo Mangun Karso, Tut wurihandayani ” beliau selalu memberikan contoh bagaimana kita harus bekerja dan mendorong bawahannya untuk selalu maju, meningkatkan kemampuan, dan prestasi kerjanya. Selama saya menjadi koleganya di Jawatan Geologi dan Direktorat Geologi almarhum tidak pernah mengeluarkan kata – kata yang menyinggung perasaan orang dan selalu mendorong bawahan dan koleganya untuk selalu maju. Untuk itu atas nama seluruh pegawai ex. Petrologi dan Mineralogi, Subdit Labdok dan keluarga kami menyampaikan terimakasih yang sedalam dalamnya.

Selamat Jalan Bapak Beni Nurtjahja Wahju semoga arwah beliau ditempatkan di tempat yang terbaik oleh Allah SWT dan kekal didalamnya ; diterima amal ibadahnya dan meninggalkan anak–anak yang soleh yang selalu mendoakan orangtuanya.  Aamiin.

Bandung July 2012

Leave a comment