By : Hendra Sinadia
Pak Beni Wahju yang sering dikenal dengan inisial BNW, adalah sosok penting yang menjadi bagian dari sejarah industri pertambangan di Indonesia. Apresiasi ini disampaikan oleh banyak kalangan baik dari dalam maupun luar negeri. Prof. Subroto dalam acara “farewell” BNW sekitar September tahun 2011 dari PT Vale Eksplorasi Indonesia, perusahaan eksplorasi yang beliau rintis sejak awal tahun 1990an, pada saat itu menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 2 tokoh penting (living legend) industri pertambangan, yaitu BNW dan Dr. Soetaryo Sigit. Pak Sigit sendiri sejak tahun 2008 yang lalu menderita penyakit stroke. Kepergian Pak BNW sangat mengejutkan dunia pertambangan Indonesia sangat kehilangan seorang tokoh dengan wawasan luas, integritas tinggi, komitmen besar untuk mengembangkan iklim investasi pertambangan di Indonesia.
Sebagai pribadi, saya sangat bersyukur dan beruntung bisa berinteraksi dengan beliau. Sejak awal saya aktif dalam kegiatan-kegiatan di API-IMA, saya sangat mendambakan untuk banyak belajar dari pengalaman, wawasan, dan keteladanan BNW yang bagi banyak kalangan industri pertambangan dianggap sebagai living legend. Mungkin saya adalah salah satu dari sedikit generasi muda yang beruntung bisa sering berinteraksi dengan beliau dan bahkan mendapat kepercayaan besar untuk meneruskan kepemimpinan beliau di PT. Vale Eksplorasi Indonesia. Meskipun waktu bekerja dengan beliau sangat singkat, namun banyak hal yang bisa saya petik baik dari segi wawasan dan sikap-sikap personal beliau yang patut menjadi teladan bagi generasi muda. Ada beberapa hal yang menjadi ciri BNW yang saya kenal, yaitu antara lain tepat waktu dan wawasan pengetahuan.
Dari segi ketepatan waktu (punctuality), BNW dalam setiap kesempatan rapat atau janji pertemuan, selalu berusaha untuk hadir ditempat paling tidak 15 (lima belas) menit sebelum acara atau pertemuan dimulai. Sungguh sulit saat ini menemukan orang yang commit untuk tepat waktu bahkan hadir beberapa menit sebelum pertemuan. Biasanya, bagi kami generasi muda, yang selalu diupayakan adalah agar bisa hadir tepat waktu. Tapi bagi beliau, hadir beberapa menit sebelum pertemuan selalu menjadi komitmen beliau agar beliau dapat mempersiapkan diri untuk pertemuan. Dan dalam waktu luang sebelum pertemuan, beliau mengisi dengan membaca sehingga waktu yang ada dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pada saat saya bekerja di PT Freeport Indonesia, apabila ada pertemuan IMA di kantor PTFI, hal pertama yang harus saya camkan adalah agar bersiap atau hadir di ruang meeting paling tidak 10-15 menit sebelumnya karena Pak BNW akan hadir. Biasanya dalam rapat-rapat di kantor berusaha hadir tepat waktu, namun apabila ada pertemuan IMA, saya harus berupaya bisa hadir 10-15 menit sebelumnya agar ada wakil dari “tuan-rumah” yang bisa menyambut Pak BNW yang hampir pasti hadir lebih awal dari yang lain.
Hal lain yang ingin saya sharing adalah mengenai keinginan yang tidak pernah henti untuk membaca dan meningkatkan wawasan berpikir. Sudah menjadi “ritual” beliau disetiap pagi (first thing in the morning) “menyantap” berbagai harian/koran. Nyaris seluruh berita di beberapa harian penting dibaca oleh beliau dan selalu memberi tanda di artikel-2 menarik dan penting untuk di klipping atau menjadi bahan diskusi. Berita-berita penting tidak hanya terkait dengan industri pertambangan tapi nyaris dari berbagai aspek. Ini menandakan betapa semangat beliau tetap tinggi diusia lanjut untuk terus meningkatkan wawasan pengetahuan. Hal ini yang hendaknya perlu menjadi teladan bagi kami generasi muda penerus.
Mengulas ketokohan, keteladanan, dan hal-hal positif lainnya dari BNW tidak pernah habis. Sangat banyak hal-hal lain yang sangat berarti untuk di share sebagai teladan. Sikap dan kepemimpinan beliau dalam beberapa program dan aktifitas selama di API-IMA juga sangat banyak yang perlu disampaikan untuk menjadi referensi bagi generasi penerus dan bagi industri pertambagangan di Indonesia. Saya akan buat tulisan terpisah untuk mengulas hal ini.
Akhir kata, dunia industri pertambangan sangatlah kehilangan atas kepergian Pak BNW. Kami generasi muda penerus masih sangat menginginkan kehadiran beliau untuk membimbing dan memberikan arahan dalam menyikapi berbagai hal penting yang dihadapi industri pertambangan. Kami juga masih sangat ingin belajar banyak atas wawasan, pengetahuan, pengalaman, wisdom dan banyak hal lain dari Pak BNW. Semoga keteladanan, perjuangan yang telah diawali dan dilaksanakan oleh Pak BNW dapat diteruskan oleh generasi penerus demi kemajuan pertambangan Indonesia.
—000—
