By Bambang Susanto
Saya bergabung dengan PT INCO bulan Februari 1976 melalui proses rekrutmen oleh pak Rumengan Musu. Sebagai “Shift Supervisor” di Mining Operation saya langsung ke lapangan dan bergaul dengan teman2 dan atasan yang berhubungan dengan produksi. Teman2 geologist saat itu adalah almarhum Djaenudin Waraspati, Hudaya sedang senior2 nya antara lain almarhum Sudjadi, almarhum Agus Suparman, almarhum Handoko Sumardjo, almarhum Visnu Pada serta pak Djalil Nasution. Saya tidak bertemu dengan almarhum pak Benny Wahyu saat2 awal di lapangan.
Tahun 1981, saya mendapat tugas ke bagian “administrasi”. Untuk kedua kalinya saya harus menimba ilmu dan pengalaman di induk perusahaan di Canada. Pada periode itu saya bertemu dengan pak Benny beserta keluarganya di Sudbury, Ontario. Mungkin pada saat itulah yang menjadi awal perkenalan saya dengan beliau dan keluarganya. Kami sering diundang untuk makan malam atau week end bersama keluarga mereka. Tiga putra mereka masih kecil2. Reza yang sulung pernah kami ajak jalan2 menikmati “kehidupan Western” di kota. Tapi karena kami juga harus pindah ke beberapa lokasi sedangkan mereka tetap di Sudbury maka hubungan dengan keluarga beliau hanya berlangsung singkat. Setelah kembali ke Indonesia, ketika saya mulai bertugas di bagian “administrasi”, hubungan kami menjadi lebih intens. Dan sejak itulah saya mulai lebih banyak mendapat pengalaman dari beliau.
Leadership beliau dipengaruhi oleh pengalaman luas dalam pergaulannya baik secara nasional maupun internaional. Namun demikian, pendekatan yang dilakukan dalam pengambilan keputusan sangatlah bernuansa kekeluargaan. Ini mungkin karena latar belakang faktor keluarga “aristokrat” Sunda yang sangat mewarnai gaya kepemimpinan beliau. Pendekatan pemecahan persoalan dan pengambilan keputusan tidak “rigid” berdasarkan aturan perusahaan. Maka tidaklah heran pada saat beliau bertugas di Soroako, hubungan perusahaan (INCO, saat itu) dengan masyarakat begitu harmonis. Jarang sekali ada masalah sosial yang sempat muncul karena pendekatan telah dilakukan langsung sebelum masalah timbul. Ini tentu sangat berbeda dengan praktek yang dilakukan pada masa setelah beliau tidak di lapangan lagi. Di mata saya, beliau juga sangat “concern” terhadap kegiatan diluar rutinitas kerja kantoran. Perhatian terhadap dunia pendidikan sangat tinggi. Kehidupan guru dan kemajuan siswa menjadi salah satu prioritas beliau, sampai-sampai ayah mertuanyapun dikerahkan untuk membenahi fondasi sistim pendidikan bagi pemuda-pemudi di Soroako. Tambahan cerita tentang perhatian dan “perlakuan khusus” dari beliau adalah saat ada pemilihan ratu salah satu produk “Unilever”, saya lupa tahun berapa tetapi paling tidak usaha beliau berhasil karena ada peserta dari Soroako yang berhasil menjadi pemenang baik ditingkat provinsi maupun nasional. Bagian dari cerita ini menunjukkan bahwa usaha dan pendekatan beliau sebagai seorang Direktur perusahaan dilakukan secara “all out” meskipun untuk mendukung sesuatu yang berada diluar “KPI” beliau. Dari beberapa pengalaman termasuk cerita pemilihan ratu tersebut, saya melihat faktor subjectif yang menonjol dan mempengaruhi proses pengambilan keputusan beliau. Demikianlah sebagian kecil pengalaman di lapangan bersama beliau.
Saat saya sudah tidak di INCO lagi dan beliau sudah menjadi pimpinan unit eksplorasi baik ketika masih dibawah INCO maupun VALE, hubungan kami masih berlangsung. Paling tidak melalui kegiatan Indonesia Mining Association (IMA). Disini saya melihat konsistensi beliau dalam membela dan memajukan dunianya; dunia pertambangan.
Sayang memang beliau belum sempat menemukan cadangan emas yang ekonomis, baik di Kalimantan maupun di Papua melalui INGOLD ataupun Vale Exploration. Namun demikian data geologi explorasi yang didapatkan selama beliau memimpin unit tersebut tentu akan menjadi aset bagi Indonesia.
Dunia pertambangan Indonesia kehilangan seorang tokoh, entahlah dengan VALE karena INCO sudah tiada.
Selamat jalan pak Ben, kontribusi Bapak tentu tidak akan terlupakan. Semoga suatu saat nanti, penerus-penerus Bapak akan menemukan cadangan mineral yang bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa dari apa yang telah Bapak rintis selama ini.
