By Zus Dedeh
Masa kanak kanakmu, masa remajamu, masa tuamu.
Dilahirkan di Depok pada 10 Mei 1934. Seorang bayi yang sangat manis, sehat dan gemuk. Kemudian diasuh seorang ibu tua, masih kerabat ibu kami bernama Ma Soepi, dan sangat menyayangi Benny ini. Ada pula seorang Belanda, pengusaha toko bernama meneer Krijgsman, yang menyayangi Benny kecil ini. Setiap datang kerumah untuk bermain bilyard dengan ayah,selalu dibawakannya makanan atau mainan untuk Benny sambil mengendongnya dan diangkatnya ia berucap: “Benito de lieve,zoete jongen!”
Hampir semua orang menyayanginya, selain gemuk, lucu dan manis ia jarang nangis, atau marah-marah. Sewaktu ia remaja, kami tinggal di Bogor. Benny senang sekali membaca dan sangat rajin belajar. Di SMA ia termasuk siswa yang pandai dan karenanya menjadi tempat bertanya teman- temannya, sehingga hampir seluruh waktunya ia dikelilingi teman- temannya dan menjadi “guru” mereka.
Sifat suka menolongnya sangat menonjol padanya, juga pada kami saudara-saudaranya. Sewaktu saya kuliah di UI dan adikku Herry, bersekolah di SGKP – Jakarta, kami setiap pagi pergi jam 4.30 dan pulang jam 16.30 naik kereta api ringbaan maka Benny lah yang antar jemput kami dengan ke dan dari station!
Setelah berumah tangga di Kidang Pananjung sebagai pegawai negri yang hidupnya pas pasan saat itu, saat itu Beny dan Soffie tak segan-segan, memberi adik kami Jacky yang tatkala itu berkuliah di Unpad tempat untuk tinggal dirumah mereka. Kemudian keluarga Benny pindah ke Malili/Soroako, bekerja di PT INCO dan tatkala 2 orang anakku yang berkuliah di ITB (Pertambangan dan T. Kimia) membutuhkan kuliah kerja, maka pamannya itulah yang langsung memberi kesempatan berkuliah kerja (praktek kerja) di INCO.
Perhatian pada keluarga juga pada yang telah berpulang, sangat besar, sering sekali mengurus makam-makam keluarga supaya kelihatannya bersih dan terawat .
Itulah sosok Benny adikku yang jadi panutan kami.
Ada pula seorang kakak yaitu kang Eddy, yang telah menjadi pemimpin dan panutan keluarga besar kami, keduanya telah tiada. Kami betul betul kehilangan mereka, namun bertekad untuk tetap bersatu, sekalipun kami tinggal berenam dari tadinya ber 14 saudara.
Semoga yang telah dipanggil oleh sang Khalik diampuni dosa dosanya, diterima amal ibadahnya dan diberi tempat yang layak disisi NYA.
Aamiin. Ya Robbal Alaamiin.
