Sakura


By Laras Ayu Lestari

Kakek Ben menurut saya, adalah kakek yang ‘cukup terkenal’, maksudnya begini…dulu waktu masih kecil, aku ingat kalau mama mau mengajak ke rumah Kakek Ben, selalu ingetin “itu yang ada kolam renangnya” maksudnya, dengan iming-iming kolam renang, aku pasti mau ikut (maklum anak kecil). Jadi, kalau mengingat kakek Ben yang diingat aku berenang disana, (itu dahulu….).

Seiring waktu berjalan, aku mengenal Kakek Ben lebih unik lagi pada saat aku baru saja lulus kuliah dan belum mendapat pekerjaan, dimana kerjaanku hanya berada di depan computer, dengan internet dan media chatting FB.

Mungkin tepatnya aku lupa siapa yang bersapa lebih dulu, menurutku itu tidak masalah… yang lucu, pada akhirnya aku rajin chatting-an (ngobrol-ngobrol melalui media chatting online) dengan Kakek Ben… untukku, itu sangat unik mengingat usia yang cukup jauh, namun kami dapat berkomunikasi secara lancar, layaknya Kakek Ben seusiaku.

Kakek Ben mengajakku makan-makan, sebagai tanda selamat atas kelulusan sarjanaku, aku dimintanya memilih restaurant, saat itu yang sedang banyak dikunjungi orang adalah Sushi Tei (Restoran Jepang dengan makanan khas Sushi), Kakek Ben setuju bahkan memintaku untuk mengajak Mama, Mba Uti, dan Iyang.

 

Namun Kakek Ben juga memberikan alternatif lain, yaitu restoran favoritnya, namanya Sakura. Aku setuju, karena aku belum pernah dan aku percaya pasti pilihan Kakek Ben enak.

Waktu berjalan, aku mendapatkan pekerjaan sehingga aku belum punya waktu lagi untuk makan di Sakura lagi. Setiap bertemu Kakek, aku selalu ditanya “Kapan kita ke Sakura lagi?” dan persisnya begitu kalimatnya.

Ternyata waktu tidak mempersilakan aku dan Kakek Ben makan bersama lagi di Sakura… tapi aku yakin sekarang Kakek Ben sudah berada di tempat dimana makananya jauh lebih enak dari Sakura..

“Ya Kan Kakek?? ”

Leave a comment