Seorang Sunda Sejati


By Nico Kanter

Saya tidak seberuntung rekan-rekan saya yang lain yang telah mengenal Pak Benny berpuluh tahun. Saya mengenal beliau tidak begitu lama. Namun, setiap berdiskusi dengan Pak Benny, saya merasa berdialog dengan seorang kawan lama. Daya ingatnya yang kokoh dan terstruktur, kerendahan hatinya, ketulusan tutur-katanya, dan sikapnya yang selalu ingin lebih banyak mendengar sering membuat saya tidak enak diri. Sebagai senior kami di Vale Indonesia (dulunya INCO), dia tidak hanya panutan. Dia tidak hanya bagian penting dari sejarah perusahaan ini. Pak Benny adalah pionir. Dia adalah orangtua dari kami. Keringat dan jejaknya bersama sejumlah geologist saat itu adalah Vale Indonesia hari ini.

foto bersama Nico

Mengenal Pak Benny sekilas, kita akan segera tau betapa beliau ini seorang humanis, seorang yang gaul. Dia bersahabat dekat dengan segala lapisan: Melayu atau asing, orang Jakarta atau Sorowako. Dari kesantunannya, dia seorang Sunda sejati. 

Bekerja cukup terstruktur, Pak Benny juga dikenal baik dengan para sesepuh lokal kami di Sorowako. Dulu, kata mereka, dimasa-masa awal memulai pekerjaan di Sorowako, Benny muda dan kawan-kawan kerap numpang tidur dan mandi di rumah penduduk lokal. Saya yakin, Pak Benny dkk juga ikut numpang makan. 

Begitulah cara Pak Benny bergaul. Perhatiannya di bidang pendidikan untuk masyarakat setempat menjadi catatan sendiri. 

Tiga hari sebelum kepergiannya tanggal 21 Januari 2012, saya mengundangnya untuk makan malam dengan sejumlah kawan di kawasan selatan Jakarta. Mudah ditebak, beliau datang tepat waktu. Usia boleh lanjut, tapi disiplin tak tergerus sama sekali. Seperti dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, beliau tetap hangat dalam diskusi dan selalu memberikan masukan yang positif dan “solution oriented”. 

Bagi saya, dedikasi beliau adalah sejarah yang tak terpunahkan. Sumbangsihnya sejak eksplorasi awal hingga lahirnya INCO bahkan kemudian menjadi PT Vale Indonesia Tbk tetap gemilang. Bahkan seusai pensiun dari perusahaan (ia pensiun tahun 1991), ia terus memberikan masukan dan pandagannya kepada perusahaan.

Terkesan INCO/Vale sudah menyatu di jiwanya…..begitulah Pak Benny.

Leave a comment